Guinness Beer

Seperti yang diketahui, Guinness Beer dikenal banyak orang karena cita rasanya yang berkualitas. Hal tersebut tidak lain karena brand tersebut memang selalu memperhatikan dengan baik mengenai cara penyajian sekaligus kemasan dari minuman tersebut. Adapun salah satu penyajiannya yakni di dalam gelas pint dengan warna hitam pekat dan busa di atasnya.

 

Penyajian Minuman Guinness Beer

 

Umumnya, bir Guinness disajikan dalam gelas pint. Gelas ini sendiri memiliki bentuk layaknya bunga tulip. Hal tersebut akan membuat genggamannya terlihat jauh lebih mantap jika dibandingkan dengan memakai gelas jenis lainnya. Selain itu, gelas yang dalam keadaan bersih juga akan menambah jelas penampilan dari warna bir yang cantik tersebut. Terlebih saat terbentuknya busa minuman.

 

Adapun busa yang dihasilkan dari minuman bir yang satu ini memiliki warna putih creamy. Busa tersebut terbentuk secara perlahan. Yakni hasil dari karbonasi nitrogen dengan karbondioksida. Kandungan tersebutlah yang mampu membuat busa menjadi tahan lebih lama. Tentu saja hal ini tidak seperti busa pada bir lainnya yang seringkali hilang hanya dalam waktu beberapa saat saj.

 

Keberadaan busa ini sendiri memang merupakan ciri khas dari Guinness sejak dahulu. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk menuangkan minuman ini ke dalam gelas dengan menerapkan teknik tertentu. Hal ini dilakukan agar nantinya busa dapat tampil jauh lebih cantik di dalam gelas.

 

Anda bisa melakukannya dengan cara memiringkan gelas sebesar 45 derajat. Setelah itu, mulai isi gelas dengan bir dengan tinggi sekitar ¾ saja dari tinggi gelas. Kemudian, apabila sudah mencapai angka tersebut maka Anda bisa menegakkan gelas tersebut. selanjutnya, biarkan busa tersebut terbentuk dengan sendirinya sampai sempurna.

 

Jika sudah, maka Anda bisa menambahkan lagi gelas tersebut dengan minuman bir. Lakukan cara ini sampai busa yang ada berada di permukaan gelas. Teknik penuangan yang satu ini sendiri memang terbilang cukup lama. Akan tetapi, tidak perlu khawatir karena dapat dipastikan mampu menghasilkan busa yang cantik.  Hal ini berarti, sebelum meminumnya pastikan untuk menunggu terlebih dahulu sampai busa dapat terbentuk dengan sempurna.

 

Perkembangan Kemasan Guinness

Setelah mengetahui cara penyajian di atas, Anda juga perlu mengetahui mengenai perkembangan kemasan dari bir Guinness. Hal ini dimulai tepatnya pada tahun 1834, dimana Guinness mulai dipasarkan dalam bentuk botol. Sebelumnya, minuman jeni sini dipasarkan dalam bentuk genting dengan ukuran barel. Setelah itu, pada tahun 1959, minman ini dijual kembali dalam bentuk yang berbeda yakni draught.

Perlu diketahui bahwa draught merupakan tabung-tabung besar yang memiliki kran khusus. Umumnya, kran khusus tersebut memiliki tekanan tertentu dan memang sudah terbiasa digunakan di bar-bar secara umum. Nantinya, seorang bartender akan menuang terlebih dahulu minuman tersebut dari draught ke dalam gelas sebelum para pengunjung menikmati birnya.

 

Setelah itu, keberadaan draught juga sudah mulai berkembang. Terlebih saat terdapat teknologi penuangan bir ke dalam gelas. Tepatnya pada tahun 1988, pada saat itu minuman ini dikemas dengan bentuk kaleng. Kaleng yang digunakan tersebut memiliki pelampung guna menjaga tekanan di dalamnya agar saat dituangkan ke dalam gelas memiliki reaksi sama seperti dituangkan dari draught.

 

Beralih ke tahun 1999 dimana teknologi sudah semakin berkembang. Minuman ini kini dikemas kembali dengan bentuk yang berbeda yakni di dalam botol. Akan tetapi, masih tetap menggunakan teknologi pelampung agar tekanan saat dituang masih terjaga dengan baik. Dengan begitu, akan tetap menghasilkan efek yang sama seperti saat menuangkannya dari draught.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *